Kaos Anak Flanel Imlek

Kaos Anak Desain Suka-Suka

T Shirt Anak custom design

 

Bagi masyarakat Tionghoa sebentar lagi akan merayakan tahun baru imlek, atau ada yang menyebutnya juga gong xi fat cai. Tahun ini gilarannya naga air katanya, bagusnya usaha apa ya? wahhhh jangan tanya saya dech, mending tanya sama ahli feng sui aja yach. :D Tahun baru Cina gak tau kenapa bagi saya identik dengan ‘hujan’ dan barongsai dan gak tau kenapa semua berwarna merah penuh dengan lampion. Mungkin itu semua sebuah simbol kemeriahaan acara mereka atau memang ada maknanya juga.

 

SEJARAH Imlek

Sebelum Dinasti Qin, tanggal perayaan permulaan sesuatu tahun masih belum jelas. Ada kemungkinan bahwa awal tahun bermula pada bulan 1 semasa Dinasti Xia, bulan 12 semasa Dinasti Shang, dan bulan 11 semasa Dinasti Zhou di China. Bulan kabisat yang dipakai untuk memastikan kalendar Tionghoa sejalan dengan edaran mengelilingi matahari, selalu ditambah setelah bulan 12 sejak Dinasti Shang (menurut catatan tulang ramalan) dan Zhou (menurut Sima Qian). Kaisar pertama China Qin Shi Huang menukar dan menetapkan bahwa tahun tionghoa berawal di bulan 10 pada 221 SM. Pada 104 SM, Kaisar Wu yang memerintah sewaktu Dinasti Han menetapkan bulan 1 sebagai awal tahun sampai sekarang.
[sunting] Mitos
Puisi Tahun Baru Imlek tulisan tangan ditempel pada pintu ke rumah orang, di Lijiang, Yunnan, Cina.

Menurut legenda, dahulu kala, Nián (年) adalah seekor raksasa pemakan manusia dari pegunungan (atau dalam ragam hikayat lain, dari bawah laut), yang muncul di akhir musim dingin untuk memakan hasil panen, ternak dan bahkan penduduk desa. Untuk melindungi diri merka, para penduduk menaruh makanan di depan pintu mereka pada awal tahun. DIpercaya bahwa melakukan hal itu Nian akan memakan makanan yang telah mereka siapkan dan tidak akan menyerang orang atau mencuri ternak dan hasil Panen. Pada suatu waktu, penduduk melihat bahwa Nian lari ketakutan setelah bertemu dengan seorang anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah. Penduduk kemudian percaya bahwa Nian takut akan warna merah, sehingga setiap kali tahun baru akan datang, para penduduk akan menggantungkan lentera dan gulungan kerta merah di jendela dan pintu. Mereka juga menggunakan kembang api untuk menakuti Nian. Adat-adat pengurisan Nian ini kemudian berkempang menjadi perayaan Tahun Baru. Guò nián (Hanzi tradisional: 過年; bahasa Tionghoa: 过年), yang berarti “menyambut tahun baru”, secara harafiah berarti “mengusir Nian”.[1][2]

Sejak saat itu, Nian tidak pernah datang kembali ke desa. Nian pada akhirnya ditangkap oleh 鸿钧老祖 atau 鸿钧天尊Hongjun Laozu, seorang Pendeta Tao dan Nian kemudian menjadi kendaraan Honjun Laozu.

 

Tahun Baru Imlek di Indonesia

Di Indonesia, selama tahun 1968-1999, perayaan tahun baru Imlek dilarang dirayakan di depan umum. Dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, melarang segala hal yang berbau Tionghoa, di antaranya Imlek.

Masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia kembali mendapatkan kebebasan merayakan tahun baru Imlek pada tahun 2000 ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14/1967. Kemudian Presiden Abdurrahman Wahid menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya). Baru pada tahun 2002, Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri mulai tahun 2003.

 

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun_Baru_Imlek

Usaha Rumahan Souvenir Perkawinan Flanel

Peluang bisnis membuat souvenir dari bahan kain flanel dewasa ini banyak dilakukan sebagian kaum muda-mudi. Kreativitas yang terus di gali dan dikembangkan membuat bisnis kain flanel menjadi sebuah peluang usaha yang cukup menjanjikan di beberapa tempat di Indonesia. Dibawah ini ada video seseorang yang berkreasi dengan kain flanel dengan membuat  berbagai macam bentuk souvenir kain flanel, mulai dari tempat pensil bahkan sampai berbentuk buah-buahan dan es krim.

Video diatas menunjukan bahwa peluang bisnis kain flanel masih cukup terbuka lebar dinegeri ini tinggal bagaimana kita berkreasi dan mengembangkan kesempatan bisnis ini. Lagi pula tidak sulit mendapatkan bahan kain flanel, sudah banyak dijual dipasaran, lalu bagaimana caranya anda memulainya? selain keteitian dan keuletan, kreativitas disini juga dibutuhkan. Silahkan anda mencari tutorialnya di toko toko buku terdekat supaya bisa tahu bagaimana cara membuat berbagai macam bentuk souvenir tadi, bisa juga anda cari referensi di internet sekedar untuk melihat sebagian kecil saja apakah peluang bisnis ini bisa anda kembangkan atau tidak.

Jika anda sudah bisa membuatnya, maka hal terpenting yaitu pemasaran produk souvenir anda, jual secara online dan offline pun akan mudah, dan stoknya pun juga tidak akan basi, jadi bisa anda simpan sampai produk tersebut terjual. Sebar luaskan photo-photo produk kain flanel anda di teman-teman Facebook atau Twitter dan bikin blog serta pasarkan di forum-forum yang ada di Indonesia misalnya kaskus atau bisa juga ke direktori dagang semacam indonetwork.

Peluang bisnis ini bisa dilakukan oleh siapa saja selagi ada kemauan dan kemampuan untuk berkreasi. Bisnis kain flanel yang diolah menjadi berbagai macam bentuk souvenir bisa dikatakan merupakan bisnis usaha kreatif yang patut untuk dikembangkan. Jangan ragu untuk mencoba peluang bisnis ini. Semoga sedikit singgungan artikel mengenai peluang bisnis souvenir kain flanel ini bisa menjadi inspirasi buat anda untuk mengembangkan dan menangkap peluang usaha yang ada disekitar kita.

Sumber: http://niatusaha.com/

 

Sekilas Info Tentang Kain Flanel

Kain flanel atau felt adalah jenis kain yang dibuat dari serat wol tanpa ditenun. Proses pembuatan kain flanel disebut juga wet felting, yaitu proses pemanasan atau pengupasan, sehingga menghasilkan jenis kain flanel yang beragam tekstur dan jenisnya, tergantung dari campuran bahan pembuatnya.kain_flanel

Flanel adalah jenis kain tertua dalam sejarah manusia, lebih tua dari kain tenun dan kain rajut. Meski ada bukti arkeologi dari British Museum yang menunjukkan bahwa bahan benang yang kali pertama dikenal manusia dibuat dengan mengangin-anginkan serat sayuran di tempat yang tinggi.

Dewasa ini, kain flanel atau felt justru makin marak digunakan di sebagian besar wilayah dunia, termasuk di Indonesia. Mudahnya mengaplikasikan kain flet dalam berbagai bentuk desain dan ukuran, membuat kain satu ini terus jadi primadona dan naik daun. Tidak heran, beragam produk kerajinan tangan yang dihasilkan kain flanel, kini laris manis dipesan konsumen. Ragam produknya, juga naik kelas, tidak sekadar industri rumahan, tapi mulai ramai dijajakan di pusat belanja.

Beragam produk, mulai gantungan kunci, akseris perlengkapan seperti tas, toples, tempat hantaran pernikahan, boneka  dan lainnya, bisa dihasilkan dari industri kecil kerajinan tangan ini. Modal yang diperlukan juga tidak terlalu besar. Namun, keuntungannya lumayan cukup untuk menambah omzet pendapatan keluarga. (*/Balikpapanpos)